dr. Anarulita Muchtar : Kesejahteraan Tenaga Kerja, Bukti Kesejahteraan Negara

0
482

election.id – Di setiap negara, baik di negara maju maupun berkembang, seringkali terjadi masalah mengenai perburuhan atau tenaga kerja, hal ini dikarenakan terjadi perbedaan berbagai kepentingan antara buruh dan pemilik perusahaan, di satu sisi buruh ingin seluruh hak dan kesejahteraan nya terpenuhi, di sisi lain perusahaan ingin memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Permasalahan buruh atau tenaga kerja juga mendapat perhatian serius dari dr. Anarulita Muchtar, anggota DPR RI dari Partai Nasional Demokrat, yang mewakili provinsi Bengkulu.

“Nasib kaum buruh atau tenaga kerja di Indonesia, saat ini masih jauh dari harapan, di bidang kesejahteraan, seringkali terjadi konflik di bidang perburuhan atau tenaga kerja karena, kesulitan hidup kaum buruh,” jelas dr. Anarulita Muchtar.

Lebih jauh Anarulita menambahkan bahkan konflik buruh dan pemilik perusahaan, seringkali tidak adanya titik temu antara kepentingan kedua belah pihak.

Oleh karena itu solusi terbaik menurut Anarulita,  keduanya harus duduk satu meja membahas permasalahan yang timbul dan mengedepankan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan permasalahan.

“Buruh tidak dapat menuntut hak mereka terlalu banyak, sementara perusahaan juga harus bersikap adil dan mempertimbangkan apa yang telah diperbuat kaum buruh untuk perusahaan,” dr Anarulita menuturkan.

Ketika ditanyakan banyaknya tki yang bekerja di luar negeri, Anarulita menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena pemerintah, tidak maksimal dalam menyediakan dan membuka lapangan kerja untuk tenaga kerja lokal.

Sementara maraknya isu tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia Anarulita menyatakan boleh saja tenaga kerja asing bekerja di Indonesia, dengan catatan bahwa tenaga kerja tersebut skil dan pengetahuan yang tidak dimiliki tenaga kerja lokal dan jumlah nya tidak boleh lebih banyak dari tenaga kerja lokal.

“Jangan sampai tenaga kerja yang kita datangkan hanya tenaga kerja kasar yang jumlahnya banyak di Indonesia, dan jumlah tenaga kerja asing itu melampaui warga lokal, karena yang diprioritaskan untuk diberikan lapangan kerja adalah warga negaran sendiri apabila mereka punya pekerjaan mereka akan mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri,” tegas dr Anarulita yang juga mencalon sebagai Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Bengkulu Nomor Urut 1 Partai Nasional Demokrat.

Ke depannya untuk menyelesaikan permasalahan perburuhan, Anarulita menegaskan pemerintah harus berperan aktif dan menjadi mediator antara buruh dan pemilik perusahaan, ketiga pihak harus duduk dan berdiskusi membahas hak dan kewajiban masing masing pihak, seperti masalah upah, insentif, buruh, masalah jam kerja dan juga kewajiban buruh kepada perusahaan. (Adv. Calon Reporter 003)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here