Butuh Sinergitas Untuk Tangkal Paham Radikal

0
219

election.id – Direktur Binmas Polda Bengkulu, Kombes Pol Endro Prasetyo, S.Ik mengatakan untuk menangkal pengaruh dari paham radikal dan anti Pancasila dibutuhkan sinergi oleh semua pihak yang terkait. Seperti lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat Islam.

“Dengan menguatkan Agama, sehingga dapat menangkal paham radikal ini. Kita khawatirkan paham radikal ini masuk ke ranah pendidikan. Dimana penyebar dari paham radikal ini membuat kelompok-kelompok tertentu yang mendoktrin untuk melakukan perbuatan yang berseberangan dengan agama dan norma,” kata Direktur Binmas Polda Bengkulu Kombes Pol Endro Prasetyo, S.Ik pada Selasa, 26 Maret 2019.

Menurut Kombes Pol Endro Prasetyo, diketahui pada sekarang ini banyak paham radikal yang telah merambak ke dunia pendidikan, hal ini dapat dikhawatirkan merusak pemahaman bagi anak-anak generasi penerus bangsa ini.

“Disini untuk lembaga pendidikan untuk sejak dini menanamkan nilai, agar anak tidak terpengaruh dengan pengaruh kelompok-kelompok radikal. Dengan melalui memberikan materi-materi kepada mereka terkait pemahaman agar anak mengetahui mana yang boleh diikuti dan mana yang tidak. Penanaman penguatan pemahaman ini ditanamkan mulai dari bangku sekolah hingga kuliah,” ucap Kombes Pol Endro Prasetyo.

Oleh karena itu Direktur Binmas Polda Bengkulu menjalankan Program Quick Wins Polri sebagai upaya Penanggulangan Organisasi Radikal dan Anti Pancasila di wilayah hukum Provinsi Bengkulu. Melalui Focus Group Discussion (FGD) program quick wins kegiatan dengan Peran Strategi Lembaga Pendidikan dan Organisasi Masyarakat Islam dalam menangkal paham radikal dan anti Pancasila di Bengkulu.

“Untuk pencegahan ini diperlukan sinergitas semua elemen, jika hanya mengandalkan Polri saja itu tidak dapat mengcover. Persoalan ini harus diberantas dari semua steckholder, sebagai upaya untuk memberantas dan mengkikis paham-paham radikal dan anti Pancasila,” kata Kombes Pol Endro Prasetyo.

Kombes Pol Endro Prasetyo, mengatakan pemahaman paham radikal dan anti Pancasila harus benar benar untuk pahami. Radikalisme adalah keinginan untuk merubah secara paksa bahkan dengan kekerasan, sedangkan bentuk anti Pancasila berupa bentuk kegiatan yang tidak ikut pemerintahan, misal salah satunya tidak hormat bendera, tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Namun disinilah merupakan cikal bakal yang menuju ke radikalisme, dari data intelejen yang ada jika seseorang yang sudah anti serta tidak memiliki pemahaman yang kuat itu akan mudah dibelokkan dan disusupi oleh kelompok radikal. Maka peran dari tokoh-tokoh agama, MUI, lingkungan tempat tinggal mereka harus benar-benar paham,” tutupnya.

Reporter : Riris
Editor : Carminanda

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here