Suimi Fales: Pemilu Harus Aman dan Damai

0
424

election.id – Pemilu merupakan ajang pesta demokrasi rakyat Indonesia, yang pada tahun ini akan dilaksanakan pada 17 April 2019 nanti. Serta sebagai ajang pembuktian diri dari para calon wakil rakyat yang akan dipercaya untuk mengemban amanah rakyat untuk duduk di kursi DPR, DPD,  DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Rapat umum atau kampanye terbuka sesuai jadwal Komisi Pemilihan Umum dimulai sejak Minggu, 24 Maret kemarin, hingga 13 April.
Tepat pada Minggu, 24 Maret 2019 kemarin telah dinyatakan kampaye terbuka yang dinyatakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pesta demokrasi serentak memasuki tahapan kampanye terbuka yang juga disebut dengan rapat umum.

Wan Sui dalam Kegiatan Partai Politik

Menanggapi hal ini Suimi Fales, SH., MH selaku Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bengkulu, mengatakan jika dalam menyambut serta melaksanakan kampanye terbuka ini harus damai dan aman, yang menjunjung tinggi sportifitas.

“Ya kalo terkait dengan masalah baliho atau APK lainnya roboh atau tumbang, yang karena faktor alam seperti badai itu biasa saja, hal yang lumrah. Tapi kalo sengaja merusak APK orang lain, nah ini yang jadi pertanyaan,” kata Suimi Fales.

Suimi Fales, SH., MH yang telah diamanahi 2 periode menjadi anggota DPRD Kota Bengkulu, sehingga beliau sudah lama berkecimpung sebagai pendengar aspirasi masyarakat. Pria yang memiliki panggilan akrab Wan Sui ini selalu menyediakan waktu 24 jam nya untuk menerima aspirasi bahkan keluhan masyarakat, terutama hal yang berkaitan dengan kondisi ekonomi di Kota Bengkulu.

Kampanye terbuka Pemilu 2019 akan berlangsung hingga 13 April mendatang. Artinya, mulai hari ini penyelenggara pemilu sudah membolehkan peserta Pemilu 2019 untuk menggelar kampanye atau rapat umum di tempat-tempat terbuka seperti lapangan, stadion, atau tempat umum/terbuka lainnya.
Selain kampanye terbuka, kampanye melalui media massa (cetak dan elektronik) berupa iklan juga sudah boleh dipasang oleh peserta Pemilu 2019 hingga 13 April nanti, atau tiga hari sebelum pencoblosan.

Wan Sui mengatakan sportifitas dalam kampanye terbuka ini harus dijunjung tinggi, dimana tidak saling mengganggu bahkan merusak Alat Peraga Kampanye (APK) dari calon wakil rakyat lainnya.

“Pihak-pihak yang secara sengaja melakukan perusakan terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) partai politik, calon anggota legislatif, dan calon presiden dalam Pemilu 2019, bisa dipidana dengan ancaman kurungan penjara dua tahun,” kata Calon anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Daerah Pemilihan Kota Bengkulu dari Partai Kebangkitan Bangsa Nomor 1.

Menurut Wan Sui, ancaman hukuman kurungan badan tersebut sesuai dengan yang diatur dalam Pasal 521 Jo Pasal 280 ayat (1) huruf ‘g’ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Jika mengacu kepada dua pasal itu, hukumannya dikenakan sanksi pidana pemilu. Bisa dipidana penjara paling lama dua tahun dengan denda paling banyak Rp 24.000.000. Ini dijelaskan dalam UU Nomor 7 tersebut,” tutupnya. (adv.  Riris)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here