Rayakan International Women’s Day, PUPA Gelar Talkshow

0
307

election.id – Rayakan International Women’s Day Yayasan Pusat Pendidikan untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu menggelar talkshow, pameran foto, serta digital artwork. Dengan mengakat tema Berpolitik dengan gembira suara kita untuk Indonesia tanpa Kekerasan. Bertempat di kampus 4 Universitas Muhamadiyah Bengkulu (UMB).

Sejalan dengan tema internasional “Think equal, build smart, innovate for change”, Yayasan PUPA Bengkulu menggugah kesadaran perempuan untuk mendesak ruang politik bagi perempuan yang demokratis, setara, dan bebas kekerasan serta mendorong delapan isu ketidaksetaraan gender untuk masuk menjadi isu prioritas pada calon anggota legislatif saat terpilih nantinya.

“Kami berharap, kegiatan ini mampu mendekatkan isu kekerasan terhadap perempuan kepada seluruh masyarakat, khususnya pada calon anggota legislatif dan ikut mendorong pengesahan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual, untuk mendukung dan melindungi perempuan,” Direktur Yayasan Pupa Bengkulu, kata Susi Handayani, Selasa 12 Maret 2019.

Kompas menyebut, Bengkulu marak dengan beragam kasus kekerasan terhadap perempuan yang menjadi pemberitaan daerah dan nasional. Tercatat 134 kasus kekerasan terjadi di Bengkulu selama tahun 2018.

“Sebenarnya berpolitik dengan gembira ini kita mengajak untuk semua memahami Pemilu adalah suatu pesta yang harus disambut dengan gembira. Sama halnya kita juga kita berpesta untuk merayakan kemerdekaan kita, terkait dengan menyatakan suara kita untuk siapa,” ucap Susi Handayani.

Menurut Susi, untuk menyambut Pemilu pada April mendatang harus disambut dengan suka cita. Selayak seperti berpesta kemderkaan untuk menyalurkan suara guna memilih Sang pemimpin nantinya. Dimana bisa memilih orang-orang yang sebenarnya sudah kita ketahui kapasitas dan kualitas. sehingga kita memiliki harapan bahwa mereka bisa berjuang untuk memenuhi harapan-harapan kita.

“Itu yang dimaksudkan dengan gembira, sehingga orang tidak tertekan untuk memilih A atau B karena mereka sendiri sudah paham atas pilihannya, serta tidak ada tekanan, paksaan, atau kekerasan,” pungkasnya. (Calon Reporter 001)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here