LP Kelas II A Bengkulu dan BLK Adakan Pelatihan Las Listrik Untuk Warga Binaan

0
284

election.id – Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Bengkulu berkerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja memberikan pelatihan softskill untuk warga binaan.
Pada periode ini pelatihan softskill bidang las listrik, yang jumlah pesertanya 30 orang warga binaan. Rencananya pada Senin, 11 Maret 2019 akan diadakan ujian sertifikasi dari UPTD Pusat.

“Sampai saat ini pelatihan kerja yang diprakarsai oleh BLK kita mengikutkan 30 peserta. Baru pelatihan las listrik, dan hari ini terakhir pelatihan. Tinggal menunggu sertifikasi dari Jakarta. Info dari BLK kemungkinan hari Senin ada sertifikasi dari pusat. Kalo yang dari Palembang kemarin sudah tinggal menunggu hasilnya. Untuk beberapa hari ini kita akan konfirmasi dan menunggu informasi dari BLK,” ucap M. Darwin selaku Kasi Kegiatan Kerja LP IIA Bengkulu yang ditemui election.id pada Rabu, 6 Maret 2019.

Para peserta untuk pelatihan softskill bidang las listrik ini dijaring berdasarkan minat dan bakat mereka, melalui serangkaian tes yang dilakukan oleh petugas LP. Kemudian dari proses seleksi didapatlah 30 warga binaan untuk pelatihan softskill ini, yang rata-rata telah memiliki kemampuan dasar pengelasan sebelumnya.

“Untuk pengambilan peserta kita ambil dari tes bakat dan minat, sehingga didapatkan 30 orang untuk pelatihan las listrik itu. Untuk kedepannya kita harapkan dari BLK ada penambahan bidang pelatihan lainnya, seperti pelatihan bengkel motor, pertukangan kayu,” ungkap M. Darwin.

Kegiatan pelatihan ini sebelumnya telah dilakukan hasil bersinergi antara pihak UPTD Balai Latihan Kerja dengan Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Bengkulu guna memberikan softskill untuk warga binaan. Pada tahun ini mulai digerakkan lagi dengan pelatihan las listrik. Harapan untuk kedepannya dapat menambah bidang pelatihan untuk minat dan bakat dari warga binaan lainnya.

“Kita sudah ada MOU dengan BLK untuk melaksanakan pelatihan ini, dimana lamanya 20 hari. Ada sebagian sudah mahir, karena kita bagi 2 kelas yang kesemuanya akan diuji pada sertifikasi nanti. Hasil dari pelatihan las listrik ini misalnya dibuatnya dalam bentuk podium dan tenda. Tujuan dari pelatihan adalah untuk membekali warga binaan agar dapat mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” tambahnya. (Calon Reporter 001)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here