Klarifikasi Rumah Sakit Terkait Meninggalnya Bayi Kembar Diduga Akibat Mati Listrik

0
229

election.id. Rumah Sakit Umum Daerah Bengkulu M. Yunus menjelaskan penyebab kematian bayi kembar yang telah diberitakan oleh beberapa media  diduga akibat listrik padam.

Sebelum datang ke Rumah Sakit M. Yunus, bayi tersebut sempat dirawat di rumah sakit lain di Kota Bengkulu pada saat masih dalam kandungan.

Disampaikan juga bahwa kondisi bayi saat ada di Inkubator, bayi dalam kondisi kritis beberapa waktu.

“Meninggalnya bayi kembar tersebut bukan disebabkan oleh mati listrik melainkan karena kondisi pasien yang memang lahir dalam kondisi prematur dan kritis,” kata Ketua Komite Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah M. Yunus, Kamis 21 Februari 2019.

Ketua Komite Keperawatan menjelaskan saat melahirkan anak pertamanya, pasien tersebut juga kehilangan anak pertamanya karena mengalami pendarahan.

Kondisi bayi kembar saat lahir memang dalam kondisi berat badan rendah hanya 800 gram dan kedua bayi tersebut lahir prematur (belum cukup bulan) hanya berusia 26 minggu. Selain itu lamanya mati listrik tersebut hanya berkisar antara 5 hingga 10 menit saja.

Sementara itu Sudarmono,  Ayah dari bayi kembar sangat menyesali kejadian yang mengakibatkan kematian bayi kembarnya. Dari keterangan Sudarmono, bayi dilahirkan secara prematur dalam usia kandungan 6 bulan 3 minggu. Kejadian mati listrik di ruangan inkubator selama 30 menit dan hanya ruangan tersebutlah yang mengalami mati listrik.

“Saya sangat menyesali listrik di ruangan inkubator mati selama kurang lebih 30 menit. Listrik yang mati pun hanya di ruangan inkubator aja saat itu, sedangkan anak saya butuh perawatan dari ruangan inkubator,” ujar Sudarmono,  ayah bayi kembar tersebut. (Calon Reporter 001)

 

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here