Kepala Sekolah SMK IT Dilimpahkan ke Kejari

0
300

election.id – Kejaksaan Negeri Bengkulu menerima pelimpahan tahap dua berkas perkara tersangka dugaan korupsi program pembangunan USB SMK IT atas nama Edi Panca Warman yang tak lain adalah mantan Kepala Sekolah SMK IT tersebut.

Kegiatan pembangunan USB SMK IT itu menggunakan APBN tahun 2016 dengan total anggaran Rp. 2,6 miliar. Diduga, kerugian negara yang timbul akibat tindakan rasuah tersebut mencapai Rp. 1 miliar.

Kasi Pidsus Kejari Bengkulu, Oktalian Darmawan, SH. MH mengatakan, dengan pelimpahan ini terdakwa Edi akan ditahan di Rutan Malabero selama 20 hari kedepan untuk mempermudah proses persidangan.

Selain itu, hingga saat ini pihak Kejari Bengkulu belum menerima pengembalian uang kerugian negara dari terdakwa Edi.

“Sementara ini yang kita terima baru satu terdakwa. Kita sudah menetapkan JPU dari kita sebanyak 4 orang dalam kasus ini,” kata Oktalian, Kamis 14 Februari 2019.

“Sampai saat ini terdakwa belum ada mengembalikan kerugian negara, hasil dari pemeriksaa berkas perkara kerugian negara sekitar 1 miliyar lebih. Kami dari tim JPU mengharapkan  ada itikad baik dari terdakwa untuk mengembalikan kerugian negara,” sambungnya.

Seperti diketahui sebelumnya, kejadian tersebut berawal pada tanggal 1 Agustus sampai tanggal 31 Desember 2016 lalu Tim pendiri USB SMK IT arsitek berbasis interpreneur melaksanakan pembangunan USB SMK IT arsitek berbasis interpreneur Kota Bengkulu berikut penggandaan sarana prasarana peralatan praktek siswa SMK IT berbasis arsitek interpreneur yang menggunakan dana APBN kurang lebih sebesar 2,6 miliyar rupiah yang dilaksanakan secara swakelola.

Hasil pemeriksaan fisik bangunan oleh ahli independen ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB atau RPD yang telah dibuat sebagai acuan kerja LP3.

Oleh tim pendiri ditemukan menggunakan dokumen palsu serta ditemukan Mark Up biaya upah tukang dan harga material, Mark Up harga peralatan dan pengurangan volume kualitas pekerjaan sehingga merugikan negara sebesar 1 miliyar rupiah lebih berdasarkan perhitungan dari BPKP Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya penyidik Polres memeriksa kurang lebih sekitar 40 orang saksi dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini.

Dari kasus tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa dokumen pertanggungjawaban penggunaan dana, dokumen teknis dan pedoman pelaksanaan pekerjaan, nota asli dari sumber barang, surat perjajian kerjasama antara PKK dengan ketua tim pendiri (tersangka).

Diketahui, terdakwa dijerat Pasal 2 subsider Pasal 3 lebih subsider Pasal 9 jo Pasal 18 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah Undang Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP.(Carminanda

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.