Baru 75 Persen Uang Nasabah Bank Safir Dikembalikan

0
449

election.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama OJK dan BI mengumumkan tahap 1 pembayaran dana simpanan nasabah BPRS Safir Bengkulu. Hingga kini baru 75 persen uang nasabah yang sudah dikembalikan.

“Pembayaran dana Nasabah ini dapat dilihat www. lps.co.id atau langsung ke Bank BRI mulai pukul 8.30 – 18 WIB,” ucap Samsu Adi Nugroho, Sekretaris LPS, Kamis, 14 Februari 2019.

Dari konferensi pers tersebut diketahui bahwa Nasabah akan mendapatkan hasil pokok tabungannya serta mendapatkan bagi hasil dari akad yang disetujui sebelumnya.

“Kami menghimbau untuk nasabah tidak tergesa-gesa dalam mengklaim dananya. Karena kan masih 5 tahun, yang penting ada namanya ada. Sedangkan bagi nasabah yang namanya belum ada dalam tahap 1 ini. Maka akan di lanjutkan ke tahap selanjutnya. Dan kami memastikan akan mengembalikan dana tersebut,” tambah Yusri perwakilan dari OJK.

Dalam pembayaran Tahap 1 ini, LPS akan mencairkan dana sebagian nasabah yang telah selesai diverifikasi.

Nasabah diminta untuk melihat status rekening simpanannya di Kantor BPRS Safir Bengkulu mulai Senin, 18 Februari 2019, yaitu di Kantor Pusat Bengkulu, Kantor Kas Lingkar Timur, Kantor Cabang Manna, Kantor Cabang Ketahun, dan Kantor Kas Arga Makmur.

LPS telah menunjuk Bank Pembayar untuk pencairan dana nasabah BPRS Safir, yaitu BRI Cabang Bengkulu, BRI Capem Raflesia Bengkulu, BRI Cabang Manna, BRI Cabang Curup, BRI Capem Ketahun, dan BRI Cabang Arga Makmur.

Untuk pencairannya, nasabah diminta menyiapkan beberapa dokumen yang dibutuhkan, yaitu asli dan copy bukti identitas diri (KTP/SIM/PaSpor) nasabah; asli dan copy bukti kepemilikan simpanan (buku tabungan/bilyet deposito); asli dan copy anggaran dasar serta susunan pongurus, bagi nasabah berbentuk organisasi/ perusahaan.

Serta dokumen/ data lainnya yang mungkin diperlukan bank pembayar sebagai dokumen/ data pendukung pembayaran antara lain informasi tertulis dari pengurus organisasi/perusahaan perihal nomor rekening tujuan transfer bagi nasabah organisasi/perusahaan; asli dan copy surat kuasa, asli dan copy bukti identitas diri penerima kuasa (apabila dikuasakan), surat keterangan domisili (apabila pindah alamat), mengisi dan menyerahkan formulir pemyataan Nasabah sesuai peruntukannya, menyerahkan pernyataan Tim Likuidasi sesuai peruntukannya, dan atau menyerahkan surat keterangan/ pernyataan dari pihak lain sebagai bukti pendukung dalam rangka pembayaran.

Seperti diketahui, BPRS Safir telah dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 30 Januari 2019 lalu. Sejak itu, LPS mengambil alih penanganan BPRS Safir untuk proscs likuidasi dan verifikasi data untuk penyiapan pembayaran klaim dana nasabah.(calom reporter 001)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.