Jurnalis Bengkulu Tolak Pemberian Remisi Terhadap Pelaku Pembunuhan Wartawan

0
169

election.idJurnalis Bengkulu yang terhimpun dalam Aliansi Jurnalis Muda Bengkulu (AJMB) Sabut 25 Januari 2019 menggelar aksi solidaritas tabur bunga di pantai Zakat untuk menolak pemberian remisi terhadap otak pembunuhan jurnalis Gede Bagus Narendra Prabangsa.

Dalam aksi ini AJMB beserta Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Aliansi Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Bengkulu bersama-sama menabur bunga ke laut sebagai tanda duka atas kematian jurnalis dan duka akan hukum Indonesia saat ini.

Atas kebijakan Presiden RI, Joko Widodo memberikan remisi hukuman lewat Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018, Susrama beserta 114 terpidana lainnya mendapat hukuman seumur hidup menjadi hukuman penjara selama 20 tahun tersebut dianggap tidak sesuai.

Aksi yang ditunjukkan oleh para Jurnalis ini ditandai dengan tabur bunga di Pantai Zakat, Kota Bengkulu, pada Sabtu,  26 Januari 2019, untuk mengingat kembali peristiwa tragis yang dialami Prabangsa.

“Tabur bunga yang kita lakukan ini merupakan bentuk aksi solidaritas terhadap Prabangsa, dan bentuk protes kepada kebijakan Presiden terhadap pembunuh dan ini menciderai kebebasan pers,” ujar Firmansyah S.Sos Kordinator AJMB Bengkulu.

“Tidak ada ampun bagi pembunuh, putus ya putus, tidak usah dikasih remisi, tidak ada alasan apapun,” sambung Firman.

Dalam aksi ini ada beberapa tuntutan yang di arahkan kepada Presiden Joko Widodo :

Pertama mengecam tolak remisi Keputusan Presiden melalui Keppres Nomor 29 Tahun 2018.

Kedua, mendesak Presiden mencabut Keppres Nomor 29 Tahun 2018.

Ketiga, Kebijakan Presiden tersebut dianggap telah melukai rasa keadilan bukan hanya keluarga, tapi seluruh jurnalis Indonesia

Kasus pembunuhan tersebut terjadi pada 11 Februari 2009 lalu, hasil penyelidikan polisi, pemeriksaan saksi dan barang bukti di persidangan menunjukkan bahwa Susrama adalah otak di balik pembunuhan itu.(calon reporter 002)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here